Senin, 25 Agustus 2014

Bahasa Gaul



Fenomena bahasa gaul yang sedang terjadi di tengah masyarakat kita layak untuk diperbincangkan. Bahasa ini digunakan sekaligus dikembangkan oleh sebagian besar anak-anak muda di negeri ini. Di pihak lain, tidak sedikit pula yang menuding bahwa bahasa gaul berpotensi merusak citra bahasa Indonesia, melucuti semangat berbahasa Indonesia yang baik dan benar, selebihnya memberikan dampak negatif bagi pengguna bahasa ini. Namun, apakah benar demikian? Ataukah itu hanya sebatas kekhawatiran saja?

Senin, 02 Juni 2014

Chinese-Indonesian Now and Then: What Is So Different?



Known for its apparently great diversity, Indonesia is comprised of myriads of individuals from many disparate backgrounds, one of which is the heterogeneity of ethnicity.  There are approximately more than 1000 ethnic groups living together as a single community and the Chinese have become one integral part of it. The Chinese, albeit merely constituting less than one percent of the entire population, have been playing significant roles throughout the Indonesian history. Notwithstanding, it does not mean that they do not encounter much persecution and discrimination. In fact, they have struggled tenaciously, even hitherto, to have their rights and contribution recognized by other dominant groups. So arduously have they endeavored that they are eventually able to reap the fruition of their efforts. Such betterment can be observed through several substantial changes regarding their existence nowadays vis-à-vis those living in the past, notably under the previous regime.

Kamis, 22 Mei 2014

Tawuran Pelajar (Lagi!)

Lagi. Untuk kesekian kali, seorang pelajar harus meregang nyawa akibat dikeroyok pelajar lain dalam tawuran brutal antarpelajar di Jalan Letjen Suprapto Bungur Senen Jakarta Pusat (19 Mei 2014). Tragis. Aditya Alfian (16), pelajar SMK 1 Budi Utomo, yang terlibat dalam tawuran dengan SMK Poncol 65 dan SMK Taman Siswa harus mengakhiri hidupnya karena sabetan clurit teman sebayanya. Ironis. Harapan dan cita-citanya menguap di jalanan ibu kota.

Jumat, 16 Mei 2014

Ketika Pejabat Marah



Berita menarik minggu ini diawali dengan Bu Risma, walikota Surabaya, yang mencak-mencak saat mengetahui Taman Bungkul yang dibangun dengan uang rakyat dan cucuran keringat Pemkot Surabaya rusak akibat kegiatan bagi-bagi es krim gratis oleh sebuah produsen es krim ternama yang berlangsung pada Minggu, 11 Mei 2014. Kegiatan  yang melibatkan puluhan ribu masa ini memorak-porandakan  Taman Bungkul yang menjadi salah satu ikon kota Surabaya dan tahun lalu dinobatkan sebagai taman kota terbaik seAsia dalam tempo singkat. Wajar bila sang empunya marah besar atas taman yang dibangun dengan tak kurang dari 1,5 milyar uang rakyat.

Jumat, 09 Mei 2014

Perilaku Kekerasan di Sekolah

Perilaku kekerasan yang makin marak dilakukan oleh remaja telah menunjukkan tingkat yang sangat memprihatinkan. Indikasinya, perilaku ini sudah merambah semua lini dan sendi kehidupan bermasyarakat, tak terkecuali dunia pendidikan. Bahkan, yang lebih menyedihkan, pendidikan dasar yang dimaksudkan sebagai fondasi pembentukan karakter juga telah tercemar oleh praktek-praktek kekerasan. Sekolah sebagai persemaian perilaku berbudi pekerti telah dinodai oleh berbagai perilaku kekerasan hingga menimbulkan korban jiwa.

Daftar Semua Tulisan: