Rabu, 03 Oktober 2012

10 Langkah Praktis Menulis Esai


Bagi penulis pemula, menulis esai itu tidak mudah. Kesulitan utama mereka adalah bagaimana cara memulainya. Sebenarnya ada banyak teori dalam buku-buku komposisi yang menjelaskan tehnik dan cara menulis esai yang efektif. Penjelasan berikut merupakan ringkasan praktis yang diambil dari berbagai sumber sebagai panduan bagi penulis pemula. Semoga l0  langkah praktis ini membantu penulis pemula mengawali langkah penting mereka untuk berani menulis.

 
1.    Lakukan Riset
Sebelum menulis esai, lakukan riset terlebih dahulu tentang topik yang ingin Anda tulis. Pastikan bahwa Anda cukup ahli atau paham dengan topik bahasan. Manfaatkan internet, data-data akademis, perpustakaan, surat kabar, majalah, dan sumber-sumber terpercaya lain yang dapat memperkaya pemahaman Anda tentang topik yang akan Anda tulis. Buat catatan kecil dari temuan-temuan Anda dari riset. Catat pula kutipan-kutipan penting atau menarik dari riset Anda.  

2.    Lakukan Analisis
Setelah memiliki dasar pemahaman yang baik tentang topik yang akan Anda tulis, mulailah dengan menganalisis argumen-argumen atau gagasan yang Anda temukan dalam riset. Identifikasi argumen mana yang valid atau yang disertai bukti dan alasan yang kuat. Pisahkan argumen yang kuat dari yang lemah. Pada saat bersamaan pelajari bagaimana para pengarang menyajikan gagasan dalam esai mereka. Cobalah menilai esai yang ditulis orang lain.

3.    Lakukan Brainstorming
Esai yang baik memuat dan mendiskusikan gagasan orisinil. Karena itu buatlah daftar pertanyaan tentang topik yang akan Anda buat dan cobalah untuk memberikan jawaban. Renungkan dan tuliskan jawaban-jawaban tersebut pada secarik kertas. Teruslah berpikir sampai Anda mendapatkan gagasan-gagasan orisinil yang brilian untuk ditulis.

4.    Rumuskan Tesis
Ambil gagasan yang terbaik dan rumuskan dalam satu kalimat tesis. Kalimat tesis adalah kalimat yang menyatakan inti gagasan yang hendak Anda sampaikan dalam esai. Kalimat ini harus dirumuskan secara ringkas namun jelas. Esai yang baik harus memiliki kalimat tesis yang dirumuskan secara ringkas namun jelas.

5.    Buat Kerangka
Sebelum menulis, buat terlebih dahulu kerangka esai (outline). Kerangka ini akan membantu penulisan esai secara tuntas. Tulis kalimat utama (topik) dalam setiap paragraph dan tulis gagasan-gagasan penjelas dalam bentuk poin-poin untuk melukiskan isi argumen dari setiap aragraph. Atur dan petakan argumen dan gagasan Anda secara cermat sehingga esai Anda nanti akan menjadi sebuah karangan yang terpadu.

6.    Tulis Pendahuluan
Kini saatnya Anda menulis bagian pendahuluan esai. Bagian ini harus mampu menarik perhatian dan minat pembaca. Jelaskan persoalan yang akan Anda bahas secara garis besar dan arahkan pembahasan pada kalimat tesis. Pendahuluan hanyalah sebuah pengantar akan bukan penjelasan atas persoalan yang nanti akan Anda bahas di bagian isi esai. Jadi, pastikan bahwa pendahuluan Anda menarik.

7.    Tulis Paragraf Isi
Setiap paragraf isi harus fokus pada satu gagasan utama yang mendukung rumusan tesis Anda. Mulai setiap paragraf isi dengan kalimat topik. Berikan dukungan dengan menunjukkan bukti dan penjelasan yang logis atas topik utama Anda melalui kalimat-kalimat penjelas. Penjelasan ini dapat berupa contoh, data statistik, diskripsi, logika sebab-akibat, perbandingan dan lain-lain.

8.    Tulis Simpulan
Setelah menyelesaikan paragraf-paragraf isi, tutup esai Anda dengan membuat simpulan yang merangkum apa yang telah Anda sampaikan dalam esai. Akhiri paragraf simpulan ini dengan pemikiran yang gampang diingat pembaca. Ini dapat berupa kutipan, logika yang menarik, atau sebuah rekomendasi untuk melakukan tindakan.

9.    Gunakan Format MLA
Format MLA (Modern Language Association) adalah format penulisan esai yang dipakai secara internasional. Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang hal ini, silakan melakukan riset lebih lanjut di internet. Format ini meliputi cara penulisan referensi, catatan kaki, catatan akhir, dan lain-lain.

10.  Perhatikan Gaya Bahasa
Anda belum selesai menulis esai sebelum Anda memoles gaya bahasa esai Anda. Baca ulang esai Anda dan edit bahasanya dengan memperbaiki tata bahasa, alur dan ritme kalimat, penekanan gagasan, penyesuaian tingkat formalitas bahasa, atmosfir yang ingin disampaikan, pilihan kata, dan hal-hal lain yang membuat esai Anda semakin impresif. Hindarkan esai Anda dari kesalahan-kesalahan elementer seperti salah ketik, salah ejaan, salah tanda baca seperti huruf kapital, titik, koma, dan tanda baca lainnhya. Gaya bahasa berperan penting dan membuat esai Anda mudah dicerna.


Selain 10 langkah praktis di atas, perlu juga Anda sadari bahwa menulis esai memerlukan latihan yang kontinyu. Bagi penulis pemula, jangan berharap terlalu berlebihan saat berhasil menyelesaikan esai pertama. Kesalahan mendasar yang sering dilakukan para penulis pemula adalah pemikiran bahwa mereka menganggap tulisan mereka sempurna atau luar biasa. Menulis adalah kegiatan kreatif yang senantiasa harus diasah. Semakin sering kita menulis, semakin baik hasil tulisan kita. Selamat berlatih.

Daftar Semua Tulisan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...