Senin, 08 Oktober 2012

Menulis Pendahuluan Esai


Mengawali tulisan dengan baik merupakan kunci keberhasilan sebuah esai. Karena itu, paragraf pendahuluan esai harus disajikan dengan cermat agar gagasan yang akan kita sampaikan dalam paragraf isi mendapat pengantar yang memadai. Pada saat yang sama, kita juga harus membuat pendahuluan yang mampu membuat pembaca tertarik untuk membaca esai kita sampai tuntas. Persoalannya, bagaimana membuat paragraf pendahuluan yang ringkas sekaligus menarik?

Penulis yang belum atau kurang berpengalaman sering mengalami kesulitan bagaimana mengawali esai. Untuk mengatasi hal ini, beberapa pihak menyarankan untuk menulis secara bebas apa pun yang ada di benak kita di awal tulisan. Pendapat ini ada benarnya, namun gagasan yang saling tumpang tindih dan kalimat-kalimat yang sering tidak berkaitan di awal tulisan akan menyulitkan kita untuk mengedit. Bayangkan berapa lama waktu yang kita perlukan untuk mengedit tulisan yang demikian? Bila tujuannya sekedar untuk mendapatkan gagasan yang sesuai dengan topik yang akan kita tulis, cara seperti ini dapat saja kita lakukan. Namun, bila kita sungguh-sungguh ingin menata gagasan dan argumen secara sistematis, cara seperti ini justru akan menjadi bumerang.

Kunci keberhasilan dari paragraf pendahuluan adalah tehnik penyajian yang sistematis dan terstruktur. Berikut adalah enam tehnik pendahuluan esai yang dapat kita pilih untuk mengawali tulisan.

1.      Informasi umum
Umumnya pendahuluan esai diawali dengan penjelasan topik secara umum. Penulis menguraikan hal-hal umum yang berkaitan dengan topik yang ingin ditulisnya. Informasi umum ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang memadai akan topik esai. Gambaran umum ini memberikan pengantar kepada pembaca mengapa topik tersebut perlu dibahas, alasan penulisan, dan tujuan penulisan. Penjelasan semacam ini perlu dikemukakan supaya pembaca mendapatkan informasi umum yang memadai sehingga mereka dapat mengantisipasi pembahasan yang akan ditulis di bagian isi. Misalnya, ketika penulis ingin membahas perumahan murah untuk rakyat, penulis dapat menggambarkan secara umum bahwa rumah merupakan kebutuhan dasar bagi setiap manusia. Pengantar ini juga bisa menggambarkan betapa rakyat kecil mengalami kesulitan untuk mendapatkan rumah murah. Pengantar umum semacam ini dapat mengarahkan pembaca untuk mencermati persoalan rumah murah untuk rakyat. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa penggambaran umum ini disampaikan dengan ringkas dan tidak bertele-tele. 

2.      Kutipan
Mengawali esai dengan kutipan dapat membantu pembaca mengenali topik sekaligus mengantisipasi bahasan dalam esai. Kutipan dapat berupa perkataan orang terkenal, peribahasa, penggalan kalimat dari buku, surat kabar, majalah, jurnal, atau bahkan kitab suci. Kutipan juga membantu penulis mengawali esai dengan elegan dan secara tidak langsung memberi tahu pembaca bahwa persoalan yang akan dibahasnya adalah sesuatu yang penting karena hal tersebut juga dikatakan oleh tokoh ternama atau dimuat dalam kitab suci. Misalnya, bila kita ingin menulis tentang waktu, kita dapat mengutip peribahasa yang sudah sangat kita kenal “WAKTU ADALAH UANG” atau dalam bahasa aslinya “TIME IS MONEY” di awal tulisan kita. Atau, bila topiknya adalah cinta kasih, perkataan Yesus berikut bisa jadi relevan, “Bila kamu ditampar pipi kirimu, berikan pipi kananmu.” Karena itu, mencatat dan menyimpan beragam kutipan yang manarik akan membantu kita mengawali esai kita dengan baik.

3.      Pertanyaan Retoris
Pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban secara langsung. Fungsinya untuk mengajak pembaca memikirkan jawaban atas pertanyaan yang kita ajukan. Melalui pertanyaan retoris, penulis esai tidak hanya menantang pembaca untuk ikut memikirkan jawaban tetapi juga untuk memperkenalkan topik bahasan. Dalam pendahuluan, dua sampai tiga pertanyaan retoris dapat disampaikan secara berurutan. Misalnya, bila kita ingin menulis hal yang terkait dengan keselamatan berlalu-lintas, kita dapat menyampaikan dua pertanyaan berikut: Tahukah Anda, berapa korban meninggal akibat kecelakaan di jalan raya setiap harinya? Mengapa perilaku berlalu lintas di Indonesian demikian semrawut? Petanyaan-pertanyaan restoris semacam ini membuka persepsi pembaca tentang keadaan lalu lintas di Indonesia. Selain ikut memikirkan jawaban yang akan dibahas di bagian isi esai, pembaca juga merasa dilibatkan dalam persoalan yang dibahas penulis. Jadi, pertanyaan retoris memberi nuansa diskusi dan komunikasi yang intens antara penulis dan pembaca.

4.      Definisi
Definisi digunakan untuk membatasi topik bahasan agar antara pembaca dan penulis memiliki persepsi yang sama atas persoalan yang ditulis. Difinisi ini khususnya penting disampaikan di awal esai bila menyangkut topik yang kurang atau tidak dikenal pembaca dan diperlukan pemahaman yang sama sehingga pembahasan topik tersebut menjadi mudah diterima. Bila kita menulis persoalan yang tidak biasa atau asing, mengawali esai dengan mendefinisikan topik adalah penting. Misalnya, topik yang berhubungan dengan dunia kesehatan seperti “osteoporosis” perlu didefinisikan terlebih dahulu apa batasan atau arti dari istilah ini. Demikian pula dengan bidang tehnologi seperti “gadget” yang tidak mudah dipahami oleh pembaca awam. Semakin spesifik topik yang kita tulis, semakin perlu kita memberikan pengertian atau batasan yang memadai agar antara penulis dan pembaca memiliki titik pijak yang serupa. Bila pemahaman ini dapat dicapai, penulis esai akan lebih mudah membahas persoalannya dalam paragraf-paragraf isi yang mengikutinya.

5.      Anekdot
Anekdot adalah cerita atau pengalaman yang menggambarkan suatu peristiwa. Terkadang, tulisan yang diawali dengan sebuah cerita atau pengalaman, baik yang dialami secara pribadi oleh penulis maupun oleh orang lain, dapat menjadi pengantar yang baik. Cerita semacam ini menjadi bukti riil yang meyakinkan bagi para pembaca tentang persoalan yang hendak dibahas. Gambaran atas peristiwa yang nyata juga dapat membangkitkan minat pembaca untuk mengetahui apa pendapat penulis dan bagaimana penulis memberikan tanggapan atas peristiwa tersebut. Sebagai contoh, untuk memperkenalkan sebuah topik tentang kejahatan jalanan, penulis dapat bercerita tentang peristiwa yang menimpa diri penulis sendiri atau orang lain yang ditodong oleh sekawanan preman di jalanan yang ramai. Tak seorang pun memberikan pertolongan meskipun korban berteriak minta tolong. Dengan menggambarkan peristiwa ini, secara tidak langsung penulis sudah membuat pendahuluan dalam esainya. Pengalaman atau peristiwa semacam ini juga dapat diambil dari berita di surat kabar. Yang penting, peristiwa atau kejadian yang kita ambil dari surat kabar relevan dengan topik yang kita tulis.

6. Riverse Direction
Agak sulit menerjemahkan riverse direction sebagai salah satu cara menulis pendahuluan esai ke dalam bahasa Indonesia. Secara harafiah, istilah ini diterjemahkan sebagai "arah balik". Maksudnya, gagasan atau pandangan penulis yang disampaikan dalam pendahuluan berbalik arah. Lebih jelasnya, silakan pelajari tehnik ini melalui contoh yang dapat dibaca pada "Contoh-Contoh Paragraf Pendahuluan." Sebagai catatan, tehnik ini tidak dianjurkan untuk penulis pemula karena tingkat kesulitannya cukup tinggi dan memerlukan perencanaan yang cukup matang.

Keenam tehnik pendahuluan esai di atas tidak digunakan secara terpisah atau sendiri-sendiri. Mereka dapat digabungkan untuk mengawali sebuah esai. Misalnya, tehnik pengantar umum digabung dengan tehnik pertanyaan retorik atau anekdot, tehnik kutipan digabung dengan anekdot dan definisi, atau kombinasi duat atau tiga tehnik lain. Sebagai penulis, pendahuluan esai harus ditulis secara kreatif dan menarik karena tujuan utama pendahuluan adalah untuk membuat pembaca tertarik membaca esai kita secara tuntas. Apa pun tehnik yang kita gunakan, yang paling penting adalah tehnik itu dapat mengarahkan esai kita pada kalimat pernyataan yang menjadi bagian terpenting dari pendahuluan esai. Karena itu, tehnik-tehnik ini harus menjadi acuan dan cara yang memudahkan kita untuk menulis esai.

Daftar Semua Tulisan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...