Selasa, 20 November 2012

Contoh Esai Sebab-Akibat


Ketika menulis esai sebab-akibat, penulis perlu memberikan penjelasan seberapa spesifik penyebab atau peristiwa yang dapat menimbulkan akibat-akibat tertentu. Dengan kata lain, tugas penulis adalah menunjukkan bagaimana suatu hal mengakibatkan hal lain secara logis dan terukur. Dalam banyak kasus, penulis harus menjelaskan beberapa sebab yang menimbulkan satu akibat, atau bagaimana satu keadaan menjadi sebab dari beberapa akibat. Berikut adalah salah satu contoh esai sebab-akibat.

Akibat Perubahan Cuaca Global

Umat manusia telah membuat kemajuan-kemajuan yang mencengangkan di segala aspek kehidupan. Bukan hal yang berlebihan untuk menyebut bahwa selama satu abad terakhir ini, lebih banyak temuan dilakukan dibanding sepanjang sejarah peradaban. Manusia telah berhasil menembus ruang angkasa dan mendaratkan kakinya di bulan, menjinakkan energi atom, dan menemukan obat untuk berbagai macam penyakit yang sukar disembuhkan. Pendek kata, setiap hari selalu ditandai dengan terobosan dan temuan baru. Namun demikian, ada efek negatif dari kemajuan yang dicapai ini. Umat manusia telah lama terlena dan tidak berpikir tentang akibat-akibat yang ditimbulkan dari pembangunan yang demikian pesat ini. Begitu cepatnya hutan menghilang demi tujuan-tujuan pertanian, ribuan ton karbon dioksida terurai di atmosfir bumi, ratusan spesies hewan dan tanaman terancam punah setiap tahunnya. Pesatnya pembangunan ini memberi pengaruh buruk bagi bumi. Salah satunya adalah perubahan cuaca.

Bukan rahasia bahwa dua ratus tahun lalu iklim di bumi lebih dingin dari pada sekarang. Banyak ahli mengingatkan apa yang kita sebut sebagai pemanasan global—suatu proses meningkatnya suhu atau temperatur secara konstan di seluruh planet bumi. Untuk kali pertama, peningkatan ini dicatat dalam tenggang waktu 25 tahun terakhir pada abad ke-20. Sejak saat itu, rata-rata kenaikan temperatur tercatat 0,7OC. Pemanasan ini semakin meningkat bila mendekati garis ekuator yang menunjukkan bahwa perubahan iklim memang benar-benar terjadi.

Lantas, apa dampak yang mungkin ditimbulkan dari pemanasan global ini? Menurut laporan terakhir yang dikeluarkan PBB, sepanjang abad 21 temperatur rata-rata bumi akan meningkat antara 1,4 sampai 1,8OC. Hal ini akan menyebabkan gleser di kutub utara mencair lebih cepat. Permukaan air akan naik sampai 10 cm. Tampaknya hal ini tidak menimbulkan bahaya berarti, namun sesungguhnya hal ini akan menjadi ancaman serius bagi negara-negara yang daratannya tidak terlalu tinggi dari permukaan air laut. Beberapa ahli bahkan memprediksi bahwa di akhir abad ini lautan akan naik satu meter penuh. Bila ini terjadi, Belanda, Inggris Raya, Jepang, dan juga negara-negara di kepulauan Oceania dan Karibia akan terancam.

Dampak kedua adalah 30-40% spesies dan ekosistem bumi akan lenyap karena habitat mereka lebih cepat berubah ketimbang kemampuan mereka untuk beradaptasi. Jika suhu bumi meningkat satu derajat Celsius, perubahan-perubahan pada komposisi hutan akan segera terjadi. Hal ini dapat diamati dari beberapa spesies yang telah mulai bereaksi atas perubahan iklim ini. Misalnya, burung-burung migrasi mulai berpindah lebih lambat di musim gurur dan kembali lebih cepat di musim semi.

Pengaruh lanjutan dari pemanasan global akan berdampak pada peta curah hujan dunia. Di wilayah-wilayah kering seperti Asia Tengah, Australia, Mediterania, Afrika Selatan, dan wilayah lainnya, keadaan akan semakin rumit sehubungan dengan berukurangnya curah hujan. Pada saat yang bersamaan, beberapa wilayah mengalami siklon yang tidak normal sehingga hujan lebat yang menyebabkan bencana semakin sering terjadi. Contoh paling mutakhir dari fenomena ini adalah angin puting beliung yang melanda Amerika Utara akhir-akhir ini.

Perubahan iklim seperti ini juga berdampak buruk bagi pertanian. Karena pemanasan suhu, panas akan meningkat di Eropa Utara, tetapi di Eropa Selatan, Afrika, dan banyak wilayah lain di Asia, temperatur tinggi, kekeringan, banjir, dan erosi tanah akan menyebabkan kehancuran yang tak terelakkan. Para ahli memperkirakan bahwa hasil-hasil pertanian di Afrika dan Asia akan berkurang, dan Australia dan New Zealand akan menghadapi kelangkaan air minum. Resiko banjir juga mengancam Eropa, dan wilayah pantai Timur Amerika Serikat akan mengalami lebih banyak terpaan badai dan erosi tanah.

Selain itu, pemanasan global juga akan menciptakan lingkungan yang menumbuhsuburkan berbagai ragam penyakit sehingga pertumbuhan penyakit-penyakit epidemis yang dramatis akan terjadi dengan cepat.


Para ahli telah mendapati bahwa planet Bumi bertambah panas lebih cepat dari sebelumnya. Terdapat bukti-bukti yang meyakinkan bahwa umat manusialah yang paling bertanggung jawab atas perubahan ini. Saat ini penilitian yang bertujuan untuk menemukan solusi bagi masalah ini sedang berlangsung. Setiap negara dan setiap umat manusia harus mengambil tindakan konkret untuk mencegah kerusakan pada planet kita karena akibat yang ditimbulkan dari masalah ini sangat serius bagi setiap orang.

Daftar Semua Tulisan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...