Rabu, 14 November 2012

Esai Informal


Atas permintaan beberapa teman dan pembaca blog, tulisan kali ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut tentang seluk beluk esai informal. Meskipun struktur dan organisasi gagasan esai informal tidak berbeda dengan esai jenis lain, esai informal memerlukan perlakuan yang sedikit berbeda. Perlu ketrampilan yang terlatih untuk membuat esai informal yang ringan, menarik, namun berbobot. Semoga penjelasan ringkas berikut memberi manfaat bagi kita semua.

Pada dasarnya esai informal ditulis untuk menghibur pembaca. Ini tidak berarti bahwa esai informal tidak memuat informasi atau mencoba mempengaruhi pembaca.  Isi esai ini memuat pandangan-pandangan yang tidak terikat dengan aturan formal yang kaku dan ilmiah meskipun tetap memuat gagasan logis dan tinjauan yang ringan, humoris, dan menghibur. Sebuah esai informal yang baik memiliki gaya penulisan yang releks namun tetap memelihara struktur yang kuat walau tidak sekaku seperti esai formal.

Esai informal cenderung bersifat lebih personal dan subjektif saat menyampaikan gagasan. Dalam esai formal kehadiran penulis tidak tampak dan ia bersembunyi dalam kalimat-kalimat yang ditulisnya. Sementara itu, dalam esai informal penulis berbicara secara langsung kepada pembacanya sebagaimana dalam gaya percakapan. Ketika menulis esai informal, usahakan untuk menjaga suasana personal yang akrab dengan pembaca. Tak perlu khawatir kalau esai informal terdengar agak akademis, namun berusahalah untuk menghindari kecerobohan.

Topik-topik yang bisa diangkat dalam esai informal tidak terbatas. Semua hal dapat disajikan dalam atmosfer esai yang subjektif, ringan, dan menarik. Poin penting ketika memilih topik esai informal adalah bahwa penulis memiliki pengetahuan baik dan maksud yang jelas mengapa ia membahas topik tersebut. Berikut adalah beberapa contoh topik esai informal untuk memberi Anda beberapa gambaran:

·         Perjalanan Terbaik dalam Hidup Saya
·         Pengalaman Tak Terlupakan
·         Momen dalam Hidup yang Ingin Saya Ulang
·         Wanita Sempurna dalam Hidup Saya
·         Perkawinan dan Perceraian
·         Agama dan Keyakinan
·         Selebritas Memberi Kita Contoh Buruk
·         Reinkarnasi
·         Nikmatnya Kantin Sekolah


Karena esai informal tidak memerlukan sumber rujukan ilmiah untuk mendukung gagasan yang disampaikan, perlu diingat bahwa penulis harus kenal dan menguasai betul apa yang dia tulis. Selain itu, penulis juga perlu mempertimbangkan minat pembacanya. Tunjukkan karakter dan sikap Anda dalam esai informal. Selamat berlatih.

Daftar Semua Tulisan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...