Kamis, 27 Desember 2012

Perlukah Seragam Sekolah?

Masa sekolah merupakan masa ketika remaja mulai mencari jati diri dan di saat yang sama mulai menyadari keunikan diri mereka. Karena itu, masuk akal bila setiap remaja berusaha untuk tampil paling menonjol di kalangan mereka. Kalau hal ini dikaitkan dengan penampilan, pakaian dan gaya adalah salah satu cara terbaik dan termudah untuk mengekspresikan diri dan tentu saja hal tersebut juga membantu orang lain untuk memahami siapa sebenarnya diri mereka dan mengapa mereka demikian ini.  Meskipun demikian, selalu menjadi perdebatan hangat sampai sekarang apakah kebijakan mengenakan seragam sekolah harus dihilangkan di semua sekolah, baik sekolah negri maupun swasta? Atau, sebaliknya, haruskah seragam sekolah menjadi kebijakan wajib bagi semua institusi pendidikan menengah?  Meskipun ada pro dan kontra tentang persoalan ini, secara pribadi saya meyakini bahwa seragam sekolah harus dikenakan di semua sekolah negri dan swasta.

Ada banyak factor yang harus dipertimbangkan ketika membahas masalah seragam sekolah. Kalau sekolah-sekolah swasta telah lama menerapkan seragam sekolah khusus yang harus dikenakan di sekolah sepanjang waktu oleh semua siswa, sekolah negri di AS umumnya memiliki kebijakan yang lebih liberal dan menerapkan kebijakan tata cara berpakaian yang lebih longgar. Sekalipun demikian, penting untuk dipahami bahwa sekolah-sekolah negri cenderung memiliki populasi siwa yang lebih beragam dan terdapat banyak siswa yang berasal dari beragam latar belakang. Beberapa siswa memiliki orang tua yang berpenghasilan tinggi yang dapat membiayai anak-anak mereka dengan pakaian mahal dan modis. Namun beberapa siswa lain memiliki orang tua dengan penghasilan pas-pasan yang terpaksa harus membeli pakaian murah di toko-toko discount. Karena itu, dari sudut pandang ini, jika semua siswa mengenakan pakain seragam, tak ada seorang siswa pun yang merasa sakit hati atau dipermalukan karena dibanding-bandingkan dari cara mereka berpakaian.

Hal lain yang tentu juga perlu dipertimbangkan adalah cara bagaimana remaja mencoba untuk mengungkapkan perasaan mereka. Ada begitu banyak remaja yang mengenakan pakaian mahal, aneh, dan berwarna-warni. Beberapa dari mereka, pada kisaran umur 16-17 tahun, sudah memiliki tindik dan tato.  Jika sejak usia muda siswa sudah terbiasa memperhatikan penampilan yang berlebihan termasuk di dalamnya cara mereka berpakaian ketimbang perkembangan kepribadian mereka dan bagaimana memperoleh ketrampilan dan ilmu di sekolah, masyarakat akan mendapatkan generasi yang sangat materialistis yang berbenturan dengan nilai-nilai yang berlaku wajar di masyarakat di masa depan. Mengenakan seragam akan berperan dalam membangun watak dan kepribadian seseorang dengan lebih baik dan lebih focus ketimbang hanya penampilan luar. Tujuan utamanya adalah membantu siswa mengerti bahwa mereka seharusnya lebih mengembangkan inner beauty dan tidak terjebak dalam pertemanan semu dan teman-teman palsu.


Pada dasarnya, seragam sekolah merupakan solusi jitu untuk menangkal masalah-masalah yang sering muncul di kalangan remaja. Mengenakan pakaian yang sama sebagaimana dikenakan oleh teman sekelas dan teman sesekolah membantu remaja merasa lebih terlibat dalam komunitas sekolah dan lebih bersatu dengan siswa lain yang berumur sama. Dengan demikian hal ini juga akan membantu mereka memiliki perasaan dan kepemilikan yang sama. Mereka tidak akan pernah merasa bahwa mereka tidak sesuai dengan komunitas sekolah karena pilihan pakaian mereka. Keuntungan lain dari seragam sekolah juga mengajarkan siswa untuk berdisiplin dan berperilaku sesuai dengan peraturan sekolah. Sikap-sikap seperti ini yang nantinya mereka perlukan di masa depan sehingga ketika mereka terjun di masyarakat yang sebenarnya, mereka patuh dengan hukum dan norma-norma sosial yang berlaku.

Daftar Semua Tulisan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...