Jumat, 28 Desember 2012

Pertumbuhan Ekonomi dan Kerusakan Lingkungan

Meskipun zaman sekarang lebih sering dikatakan sebagai zaman ketika umat manusia dapat membangun tanpa menyebabkan kerusakan pada alam, masih juga terdapat pandangan keras yang menentang anggapan demikian. Pembangunan mengasumsikan pertumbuhan ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi tidak dimungkinkan jika tidak ada industri yang rakus mengonsumsi sumber-sumber energi. Saat ini, keragaman barang yang dibutuhkan manusia telah berkembang sedemikian signifikan dibandingkan dengan masa lalu.  Manusia memerlukan kebutuhan hidup yang tidak hanya menyangkut barang-barang primer seperti pangan dan papan tetapi juga beragam fasilitas dan barang-barang mewah lain. Menyediakan manusia dengan barang-barang yang beraneka ini memerlukan eksploitasi sumber-sumber alam. Akibatnya, sumber-sumber energi konvensional yang kita gunakan saat ini menyebabkan polusi sehingga pertumbuhan ekonomi hampir tidak dapat menghindarkan diri dari kerusakan lingkungan.

Salah satu aspek dari pertumbuhan ekonomi yang paling berpengaruh terhadap lingkungan adalah pendirian pabrik-pabrik industri besar yang dimaksudkan untuk menghasilkan lebih banyak barang dan produk dengan kecepatan yang lebih tinggi. Pabrik-pabrik ini menghasilkan banyak limbah baik dalam bentuk cair maupun gas. Limbah cair sering dibuang di sungai atau pun danau air tawar, sedangkan gas buang dilepaskan ke atmosfir.  Limbah cair menyebabkan polusi air yang merusak ekosistem perairan. Gas buang menimbulkan polusi di atmosfir yang dalam jangka panjang akan berdampak pada kesehatan bagi manusia dan binatang. Gas buang industri ini juga menyebabkan penurunan kualitas lapisan ozon yang merupkan salah satu penyebab dari percepatan pemanasan global.

Sumber-sumber energi konvensional yang umumnya digunakan saat ini dianggap sebagai penyebab polusi terbesar bagi lingkungan hidup. Tingkat pertumbuhan industri dan manufaktur yang intensif juga menyebabkan konsumsi energi yang terus meningkat. Orang bisa saja mengatakan bahwa solusinya terletak pada penggunaan dari apa yang disebut sebagai sumber-sumber energi nonkonvensional seperti gelombang laut, geothermal, atau angin. Sumber-sumber energi ini lebih disukai karena ramah lingkungan, namun di saat bersamaan mereka memiliki beberapa kekurangan yang kritikal. Salah satunya adalah instalasinya yang berbiaya sangat mahal. Di samping itu, energi ini kurang efektif ketimbang energi konvensional dan memerlukan kemauan politik yang kuat untuk memulainya. Beralih dari satu sumber energi ke sumber energi lain juga memerlukan waktu lama yang harus ditanggung manusia untuk mendukung peralihan ini. Di negara demokratis, meyakinkan orang untuk menerima sumber energi alternatif ini merupakan tantangan yang tidak mudah ditaklukkan.

Secara simultan, seandainya diterapkan, sumber-sumber energi nonkonvensional masih belum dapat memecahkan persoalan dari kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Untuk menghasilkan energi yang menguntungkan secara ekonomi, misalnya dengan menggunakan sumber-sumber geothermal atau gelombang air, kadang-kadang memunculkan distorsi alam di mana sumber energi tersebut dibangun. Distorsi ini mahal dan berdampak buruk yang mendasar pada lingkungan. Penerapan energi angin memerlukan penghambatan arus angin yang mengalir secara alami guna mendapatkan kekuatan arus angin yang diharapkan dan melemahnya arus angin setelah melewati kincir angin. Konsekwensinya, keseimbangan tekanan yang dihasilkan oleh arus ini akan terjadi dan penting dicatat bahwa lingkungan dan kondisi cuaca akan terpengaruh secara langsung dengan adanya tekanan atmosfir dari rekayasa penghambatan dan pengalihan arus angin ini.


Sebagaimana bisa kita lihat, pertumbuhan ekonomi terkait dengan kerusakan lingkungan, dan pada tingkat pembangungan sekarang ini, manusia sulit mengelak untuk tidak menyakiti alam. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti belum dapat menggunakan sumber-sumber energi alternatif dan mahalnya sumber-sumber ini untuk dibangun. Namun alasan yang paling penting adalah bahwa pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus menyebabkan peningkatan tingkat produksi industri. Semakin ekspansif industri, semakin banyak sumber-sumber energi konvensional yang dibutuhkan. Karena penggunaan energi ini menyebabkan polusi yang parah, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak terpisahkan dari kerusakan terhadap lingkungan.

Daftar Semua Tulisan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...