Rabu, 09 Januari 2013

Menentukan Subjek Esai


Apa yang harus ditulis? Inilah pertanyaan yang sering diajukan oleh para penulis pemula. Umumnya mereka menghadapi kebingungan dan kekurang-percayaan diri ketika harus diminta untuk menulis. Sebenarnya, pertanyaan ini memiliki jawaban yang tidak terbatas. Anda dapat menuliskan persoalan apa pun yang  dari segala jenis topik: dari persahabatan, politik, sepatu, menjual lilin, sampai esai tentang esai itu sendiri. Satu-satunya persyaratan yang harus dipenuhi adalah bahwa penulis harus cukup memahami topik tersebut sehingga ia dapat membentuk sebuah opini.

Pertanyaan berikut adalah apa batasan dari 'cukup memahami' itu? Jawabannya juga tidak sulit. Sebagai manusia, seperti yang lain, kita pasti 'cukup memahami' dan akrab dengan banyak hal di sekitar kita: persahabatan, hubungan keluarga, pertumbuhan, makan, tidur, dan banyak lainnya. Tentunya semua itu dapat dijadikan pertimbangan dan bahan menulis esai. Hal yang perlu Anda lakukan adalah membiarkan diri berpikir, menimbang-nimbang, dan mencari informasi yang memadai tentang subjek atau topik yang ingin Anda tulis dengan banyak membaca. Semakin banyak informasi yang kita dapatkan tentang subjek yang akan kita tulis semakin paham kita akan subjek tersebut.

Bagaimanapun juga, 'pemahaman yang cukup' untuk menuliskan tema-tema spesifik memerlukan pengetahuan atau pemahaman akan disiplin ilmu tertentu. Kita mungkin bisa menulis sebuah esai mengenai topik seperti persahabatan tanpa perlu memberikan banyak fakta. Namun, untuk topik-topik seperti puritanisme atau sejenisnya, tentunya kita memerlukan informasi yang dapat diuji secara 'ilmiah'. Referensi sendiri bisa didapatkan dari banyak sumber, mulai dari buku sampai media internet. Menulis tentang bidang yang sesuai dengan minat kita juga akan sangat mempermudah dan mempercepat proses penulisan itu sendiri. Karenanya, seorang yang mempunyai hobi dalam satu bidang tertentu juga dapat disebut sebagai seorang yang memiliki 'pemahaman yang cukup'. Bahkan, sekalipun kita tidak menaruh minat yang begitu besar dalam satu bidang pembahasan, kita tetap dapat menulis sebuah esai yang baik asalkan dapat mengumpulkan banyak fakta. Dengan membaca berbagai informasi yang bisa dipertanyakan, dibandingkan, atau yang dapat Anda nilai sendiri, pengetahuan tentang satu bidang baru juga akan Anda dapatkan dengan cepat.

Menulis sebuah esai yang didasari oleh pengetahuan khusus memang cenderung lebih mudah daripada menulis esai tentang hal-hal atau pengalaman yang sudah sering ditemui di sekitar kita. Berbeda dengan kebiasaan yang sering terjadi dalam sebuah opini, seorang penulis esai hendaknya tidak boleh hanya berpegang pada 'perasaan bahwa ia benar', namun lebih beranggapan bahwa 'pikiran saya benar'. Jadi, opini yang terdapat dalam sebuah esai juga harus didasarkan pada apa yang Anda pikirkan dan bukan hanya pada apa yang Anda rasakan. Yang jelas, setiap esai harus memiliki opini, dan opini yang terbaik didasari oleh pikiran dan perasaan.

Karena itu, buka wawasan Anda dengan riset, membaca berbagai sumber, mendengarkan media, dan berbicara dengan orang yang lebih tahu tentang subjek yang akan Anda tulis. Ajukan beberapa pertanyaan berikut untuk mulai mengeksplorasi subjek:
-          Apa yang menarik dari subjek atau persoalan ini?
-          Mengapa subjek ini penting untuk dibahas?
-          Mengapa persoalan ini terjadi?
-          Apa penyebabnya?
-          Apa yang Anda rasakan terhadap persoalan ini?
-          Apa pendapat Anda?
-          Apa pengaruh persoalan ini terhadap masyarakat?
-          Dan lain-lain
Dengan mempertanyakan subjek atau persoalan yang akan ditulis, Anda akan mendapat lebih banyak informasi dan dapat memberikan opini Anda secara proporsional dan tepat.

Daftar Semua Tulisan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...