Senin, 11 Maret 2013

Orang-Orang Kaya Sejagad



Senin malam (4 Maret 2013) Majalah Forbes memublikasikan hasil investigasi mereka terhadap orang-orang kaya sejagad dengan kekayaan bersih di atas satu miliar dolar AS. Menurut daftar yang mereka rilis, ada 1.426 manusia yang tinggal dan menghirup udara yang sama di bumi ini yang di kategorikan sebagai miliarder. Dengan kurs yang berlaku saat ini, itu berarti orang dengan urutan ke-1.426 memiliki uang sebesar 9,7 triliun rupiah, sebuah nilai yang sama untuk membangun Provinsi Sumatra Utara yang tahun ini APBDnya diusulkan sebesar Rp 10 triliun.

Orang terkaya nomor satu di dunia adalah Carlos Slim Helu asal Meksiko dengan kekayaan 73 miliar dollar AS, kedua Bill Gates (67 miliar dollar AS), Amancio Ortega (57 miliar dollar AS) asal Spanyol, dan Warren Buffett (53,5 miliar dollar AS). Dari daftar tersebut, sebanyak 29 warga kaya dunia berusia di bawah 40 tahun. Salah satunya adalah Mark Zuckerberg, salah satu pendiri jejaring sosial Facebook. Warga terkaya dunia dengan usia paling muda adalah Dustin Moskovitz (28), yang pernah sekamar dengan Zuckerberg saat kuliah.

Ada satu pola yang terlihat dalam daftar warga kaya ini, yakni dominasi sektor teknologi informasi, pengusaha properti, bisnis rumah mode, dan investor di pasar global. Ini menunjukkan bahwa bidang IT menjanjikan kemakmuran yang luar biasa bagi siapa pun yang berkecimpung di dalamnya. Amat mencengangkan melihat Zuckerberg dan Moskovitz yang melejit dan nangkring dalam deretan 100 orang terkaya sejagad hanya dalam kurun waktu kurang dari 5 tahun. Bandingkan dengan mereka yang berkecimpung di bidang lain yang harus membangun bisnisnya selama puluhan bahkan ratusan tahun (yang dimulai oleh orangtua mereka) untuk memperoleh kekayaan mereka.

Asia mulai menggebrak sebagai pemasok warga terkaya dunia di tengah status yang masih didominasi warga termiskin dunia, Ini adalah buah pertumbuhan yang dimanfaatkan oleh mereka yang melihat kesempatan. Ini menimbulkan dualisme ekonomi, ada kaya dan miskin, karena memang sebagian wilayah Asia masih berada di tahap awal pembangunan. Ke depan, kejayaan Asia akan makin nyata dengan pertumbuhan yang terus menggelinding. Dalam daftar tahun ini juga sudah muncul nama-nama dari Thailand, India, dan Indonesia. 

Yang menarik dari rilis Forbes adalah tercatatnya 25 warga Indonesia dalam daftar orang terkaya sejagad. Dari 25 orang tertajir di Indonesia, duo bersaudara Budi dan Michael Hartono menjadi langganan tetap sejak beberapa rilis terakhir. Pemilik raksasa kretek Djarum dan BCA ini menduduki peringkat pertama dan kedua dengan masing-masing memiliki kekayaan 8,5 miliar dolar AS (Rp 82,4 triliun) dan 8,2 miliar dolar AS (Rp 80 triliun). Ini berarti jumlah kekayaan kedua kakak beradik ini lebih dari 3 kali lipat APBD Jakarta yang tahun ini sebesar 49 triliun. Urutan berikut adalah Sri Pakash Lohia (US$ 3,4 miliar), Chairul Tanjung (US$ 3,4 miliar), Sukanto Tanoto (US$ 2, 8 miliar), dan beberapa nama lain yang juga selalu muncul dalam daftar orang terkaya tahunan seperti Peter Sondakh, Martua Sitorus, dan beberapa yang lain.

Setelah keluar dari krisis 1998, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang selalu tercatat positif, bahkan disebut terbaik kedua di dunia setelah China. Pertumbuhan ini membuat semakin banyak orang menjadi lebih makmur. Indikasi yang paling mudah untuk dilihat adalah jalanan di kota-kota besar Indonesia yang semakin macet karena dijejali kendaraan yang semakin banyak. Demikian pula dengan apartemen dan permukiman kawasan elit di Jakarta, Surabaya, Makassar, Medan, dan kota besar lain yang selalu “sold out” dalam tempo relatif singkat. Tentu hal ini menimbulkan optimisme dan keyakinan akan masa depan yang lebih baik.

Memang tidak semua orang dapat menikmati pertumbuhan ekonomi ini. Jumlah penduduk miskin Indonesia masih tergolong tinggi. Lebih dari 30 juta rakyat kita tergolong miskin dengan pendapatan kurang dari dua dolar per hari. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah. Bagaimana supaya kemakmuran dapat tersebar lebih merata dan dapat dinikmati oleh sebanyak-banyaknya rakyat. 

Di satu sisi, kehidupan ekonomi kita berkembang dan menjanjikan masa depan lebih baik. Di sisi lain, pertumbuhan ini tidak mampu mengangkat sebagian warga negara untuk ikut menikmati kemakmuran. Semoga orang-orang kaya se Indonesia tergerak hati mereka dan berperan lebih aktif membantu sesame warga negara yang kurang beruntung dengan kekayaan mereka yang tak terkira. Bukankah harta tidak akan mereka bawa mati nantinya?

Daftar Semua Tulisan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...