Kamis, 13 Juni 2013

Generasi Smartphone

Setiap generasi memiliki ciri-ciri unik yang membedakannya dengan generasi lainnya. Generasi 60-an tentu berbeda dengan generasi 80-an. Begitu juga generasi 90-an tidak identik dengan generasi 2010-an. Ciri pembeda ini ditandai oleh berbagai hal, misalnya mode pakaian, jenis dan warna musik, gaya hidup, tehnologi, ideologi politik, dan lain-lain. Di Amerika Utara, misalnya, generasi 70-an diasosiasikan dengan rock and roll dan kaum hippies. Di Indonesia, generasi masa itu disebut sebagai generasi celana cut bray, celana dengan ujung melebar bak penyapu jalan. Lalu apa yang membedakan atau menjadi ciri generasi sekarang? Telepon pintar atau smartphones!

Saat ini hampir sulit menemui kaum muda tanpa mengantongi smartphones, terutama mereka yang tinggal di kota. Produk tehnologi yang semula dimaksudkan sebagai alat komunikasi ini telah berkembang begitu pesat dan menjadi candu untuk berbagai keperluan. Generasi sekarang tidak mungkin lepas dari telepon pintar. Tingkat kecanduan ini sudah demikian parah sehingga merekat tak dapat hidup tanpa perangkat ini di saku mereka.

Sebuah studi yang disponsori Facebook baru-baru ini menunjukkan banyak orang selalu terhubung dengan smartphone mereka sepanjang hari. Orang-orang kini terpaku dengan smartphone di manapun, kapanpun. Perilaku kecanduan semacam ini telah menciptakan generasi pecandu smartphone yang cenderung memutuskan hubungan dengan lingkungan sekitar mereka. Hasil survei lain yang dilakukan sebuah situs parenting menunjukkan bahwa kebanyakan wanita merasa 'kehilangan' dan 'telanjang' jika tidak memegang piranti elektronik yang 'menghubungkan mereka pada dunia'.

Sebanyak 30 persen wanita mengatakan tidak dapat hidup tanpa smartphone. Sementara 24 persen mengaku punya 'hubungan emosional' dengan ponselnya. Sebanyak 22 persen responden, menyebut smartphone sebagai alat yang sangat praktis. Saat ditanya perangkat apa yang mereka tidak bisa hidup tanpanya, mayoritas 65 persen memilih smartphone mereka.

Survei yang dilakukan terhadap responden wanita berusia 18-65 tahun itu juga menemukan bahwa smartphone dianggap sebagai jendela informasi dan pengetahuan. Hal ini karena smartphone memilki berbagai fitur canggih seperti perekam suara, kamera, push e-mail, GPS, internet dan video chat. Menurut situs News, fitur-fitur tersebut bisa berperan sebagai asisten pribadi mereka yang terpercaya.

Survei terbaru bahkan mengungkap hasil yang lebih mencengangkan. Mereka yang derajat kecanduannya telah begitu parah mengaku tidak dapat melepaskan diri dari smartphone bahkan ketika mereka sedang berhubungan intim dengan pasangan atau kekasihnya. Ini menunjukkan bahwa saking tak bisa terpisahkan dengan smartphone, sebagian orang mengaku saat melakukan hubungan intim pun, perangkat tersebut tak dipisahkan dari diri mereka. Dalam survei tersebut, hampir empat persen responden dari 1000 yang dipilih secara acak mengaku tetap menggunakan smartphone saat berhubungan seks. Padahal momen bercinta seharusnya merupakan agenda intim yang tak ingin diganggu dengan keberadaan apa pun, termasuk smartphone. Bahkan ada jawaban dari seorang responden perempuan yang agak nakal mengatakan bahwa ia rela bepergian tanpa celana dalam ketimbang kelupaan membawa smartphone.

Berbagai hasil survei ini menegaskan betapa vitalnya peran smartphone dalam kehidupan generasi sekarang. Semua ini menjelaskan bahwa generasi sekarang tak bisa dipisahkan dengan perangkat canggih ini. Dewasa ini orang lebih suka mengirim teks dari pada berbicara langsung dengan menelpon. Komunikasi lebih sering dilakukan secara on line ketimbang off line. Padahal kita semua paham dan sadar akan satire yang diasosiasikan dengan smartphone yaitu “menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.” Bagaimana dengan Anda?

Daftar Semua Tulisan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...