Jumat, 06 September 2013

Miss World 2013

Untuk kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah kontes ratu dunia Miss World. Kontes yang telah diselenggarakan untuk kali ke-63 ini diikuti oleh kaum hawa dari berbagai belahan bumi yang mewakili 131 negara. Sejak 3 September yang lalu, para perempuan yang dinilai memiliki kecantikan fisik jauh di atas rata-rata kaumnya ini telah menginjakkan kaki di Pulau Dewata untuk karantina selama kurang lebih dua pekan dan mengikuti berbagai kegiatan sebelum beradu kebolehan dalam tiga kategori utama: brain, behavior, dan beauty atau yang lebih populer disingkat 3B. Puncak acara akan diselenggarakan di Sentul Convention Centre pada 28 September nanti saat Miss World 2012 Yu Wenxia asal Republik Rakyat Cina memahkotai pemenang kontes tahun ini.

Sebagai tuan rumah, Indonesia tentu bangga karena dipercaya untuk menyelenggarakan perhelatan bergengsi ini yang senantiasa menjadi magnit liputan berbagai media internasional. Meskipun demikian, perhelatan akbar ini bukannya tanpa kontroversi. Cukup banyak pihak, utamanya dari MUI dan banyak ormas Islam lain, menganggap bahwa kontes ini tidak sesuai dengan budaya dan kepribadian bangsa. Argumen yang yang mereka kemukakan terkait dengan penilaian yang sangat subjektif tentang perempuan. Kelompok ini menentang keras perhelatan ini diselenggarakan di Indonesia karena dianggap sebagai ajang untuk mengeksploitasi perempuan. Apalagi ajang semacam ini selalu mempertontonkan kemolekan fisik perempuan yang ditonjolkan dengan penggunaan penutup badan yang minim, seperti bikini.

Selain eksploitasi tubuh perempuan, kelompok penentang juga mengemukakan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim di dunia, tidak pantas menyelenggarakan Miss World karena bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang dianut oleh hampir 90 persen penduduknya. Menurut mereka, citra perempuan adalah sosok yang sangat luhur, agung,  dan personal. Dalam kaidah dan nilai Islam, kecantikan perempuan yang ditonjolkan tidak diperkenankan, apalagi dikonteskan. Kontes kecantikan semacam ini hanya merendahkan martabat perempuan dan menjadikan perempuan sebagai komoditi, tak ubahnya seperti komoditi lain yang dapat diperjualbelikan.

Di alam demokrasi seperti sekarang, tentu pandangan dan pertimbangan seperti ini harus dihargai dan didengarkan. Namun demikian, sebagai bagian dari masyarakat global, Indonesia juga berkewajiban turut serta dalam pergaulan dunia dan berperan aktif dalam segala bidang untuk menciptakan tatanan masyarakat dunia yang lebih baik sebagaimana diamanatkan dalam pembukaan UUD 45. Tentu panitia penyelenggara telah melihat berbagai sisi dengan mempertimbkan sisi positif-negatif, baik-buruk, maupun manfaat-mudarat ketika perhelatan ini diputuskan untuk diselenggarakan di negara kita. Para pendukung penyelenggaraan Miss World 2013 ke-63 ini mengemukakan setidaknya tiga hal positif yang didapatkan.

Pertama, dengan diselenggarakannya Miss World 2013 di Bali dan Jakarta selama dua pekan, Indonesia semakin dikenal. Media internasional tidak hanya akan meliput kegiatan kontes ini tetapi juga akan melihat sisi lain dari Indonesia seperti budaya, pembangunan, tata cara hidup masyarakat, dan hal-hal menarik lainnya. Tentu liputan ini menjadi promosi gratis yang sangat positif bagi dunia pariwisata Indonesia. Kontes ini mendatangkan puluhan ribu orang yang terlibat secara langsung dalam perhelatan seperti anggota kontingen, crew, wartawan, biro wisata, selain para peserta sendiri. Saat berada di Bali, Jakarta, dan berbagai tempat lainnya, mereka akan mengalami dan melihat sendiri keunikan dan keragaman yang ada di negara kita. Mereka inilah yang nantinya akan menjadi penyambung lidah bagi industri pariwisata kita saat mereka kembali ke negara masing-masing. Lewat bibir-bibir mereka, keramahan, keindahan, dan keunikan budaya Indonesia akan berkumandang ke seantero dunia. Karenanya, kecantikan para kontestan akan menyebarkan kecantikan Indonesia ke berbagai belahan dunia.

Selain menguntungkan bagi dunia pariwisata, Miss World 2013 dapat meningkatkan citra Indonesia di mata internasional. Penyelenggaraan ini setidak-tidaknya menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia yang beraneka dapat menunjukkan toleransi yang tinggi. Kita tidak menafikan adanya penolakan dan keberatan dari beberapa pihak, namun penyelenggaraan Miss World 2013 yang sukses akan memberi jaminan kepada dunia internasional bahwa Indonesia adalah negara yang toleran dan menjunjung tinggi keadaban. Indonesia harus membuktikan bahwa penghargaan toleransi yang diterima oleh Presiden SBY beberapa waktu yang lalu di New York bukan sekedar basa-basi. Miss World 2013 dapat menjadi bukti bagi masyarakat dalam dan luar negri bahwa intoleransi yang beberapa tahun terakhir ini marak dengan berbagai kasus yang menimpa kaum Syiah di Sampang, pengikut Ahmadiyah di berbagai tempat, dan umat GKI Yasmin di Bogor bukanlah mainstream yang berlaku di Indonesia. Penyelenggaraan Miss World 2013 yang sukses akan membuktikan bahwa meskipun kontroversial, masyarakat Indonesia masih mengedepankan toleransi dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Sisi lain yang sangat positif dari penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia ini adalah memberi kesadaran kepada kaum hawa bahwa mereka memiliki potensi luar biasa untuk memberdayakan diri mereka demi menciptakan masyarakat yang lebih setara dan beradab. Selama ini, kaum perempuan di Indonesia dan di berbagai belahan dunia lain masih tertinggal dan kurang berdaya dibandingkan kaum adam. Ajang ini akan membuka mata kaum hawa bahwa mereka harus aktif dan berani menunjukkan kepandaian dan keunggulan mereka kepada masyarakat di mana mereka tinggal. Perempuan hendaknya membuka diri dan jangan mau dan rela untuk disembunyikan oleh kaum pria. Kalau perempuan selalu disingkirkan dan tidak diberi kesempatan untuk menyuarakan pandangan mereka, selamanya perempuan akan dieksploitasi oleh pria. Ajang kontes ini bukan eksploitasi tubuh perempuan. Ajang ini adalah unjuk keberanian, kehebatan, dan kemandirian perempuan untuk turut serta secara aktif mengubah tatanan masyarakat dunia menjadi lebih baik. Justru perempuan yang secara fisik cantik dan menarik harus lebih berani memperlihatkan diri dan lebih aktif berperan agar dapat mewakili dan menyuarakan impian dan harapan kaumnya. Kalau perempuan selalu bersembunyi dan menutup diri, dunia selamanya tidak akan memihak mereka. Suara mereka akan tenggelam dalam hiruk pikuk yang diciptakan dan kuasai pria.

Karena itu, Miss World 2013 adalah peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi lewat pariwisata, sarana untuk meningkatkan citra bangsa, dan ajang bagi kaum hawa untuk menunjukkan potensi mereka. Indonesia harus menjadi bagian dari masyarakat internasional dan berperan aktif dalam mewujudkan dunia yang lebih baik. Perhelatan Miss World 2013 yang sukses akan membuktikan kepada dunia internasional bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki visi ke depan yang maju, modern, dan beradab.

Daftar Semua Tulisan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...