Jumat, 18 Oktober 2013

Ayo Berpelukan!

Masih ingat dengan Teletubbies? Tentu. Beberapa tahun lalu, Teletubbies adalah sebuah program tayangan televisi yang menghipnotis jutaan balita di seluruh dunia. Tayangan yang diproduksi oleh BBC dari 31 Maret 1997 hingga 5 Januari 2001 ini tidak hanya dinantikan oleh balita tetapi juga anak-anak yang sudah lebih dewasa. Keempat tokohnya yang berwujud boneka menggemaskan dan mengenakan kostum berwarna menyolok ini selalu menampilkan aksi dan gerakan sederhana. Melalui perilaku para tokohnya yang diulang dan pembatasan ungkapan verbal yang minimal, Teletubbies memberi stimulasi motorik yang sangat bermanfaat bagi balita.

Apa yang paling menonjol dari tayangan Teletubbies ini kalau bukan aksi berpelukan yang selalu dilakukan oleh empat karakter Dipsy, Laa-Laa, Po, dan Tinky Winky. Secara periodik, keempat tokoh ini akan berpelukan, terutama di awal dan akhir tayangan. Produser program ini sadar betul bahwa pelukan mewakili berbagai perasaan yang sangat dibutuhkan oleh balita yang menjadi target pemirsanya. Kalau demikian, mengapa pelukan menjadi aksi yang dominan dalam Teletubbies?

Kenyataannya, pelukan merupakan perbuatan sederhana yang memiliki begitu banyak manfaat. Baru-baru ini, sebuah media online memuat sebuah berita menarik tentang terapi pelukan yang dikomersialkan. Berita ini mengabarkan terapi berupa pelukan hangat yang dipercaya membantu menyembuhkan luka batin seseorang.

Adalah Travis Sigley, pria California yang mengutip bayaran sebesar US$75 untuk layanan pelukan yang dia berikan kepada pelanggan yang membutuhkan. Sigley menawarkan pelukan hangat darinya selama sejam untuk membantu pelanggannya mendapatkan perasaan tentram, nyaman, dilindungi, dan dicintai. Pria yang belajar psikologi di California Institute of Integral Studies ini percaya bahwa melalui sentuhan fisik, orang dapat belajar untuk mengatasi kecemasan dan ketakutan yang sering mempengaruhi situasi sosial. Melalui pelukan, manusia mendapatkan berbagai perasaan dan dukungan positif yang membantunya mengatasi berbagai problem kehidupan (sumber: www.detik.com, Rabu, 02 Oktober 2013).

Dalam dunia yang sarat dengan tehnologi canggih seperti saat ini, kesempatan untuk berkontak secara fisik dengan orang lain semakin berkurang. Melalui internet dan smarphone, orang memang dengan sangat mudah melakukan komunikasi secara intens. Namun komunikasi maya seperti ini bersifat semu dan manipulatif. Jejaring sosial, email, layanan pesan teks, dan berbagai fasilitas maya lain menjadikan komunikasi antarmanusia kering dan rapuh secara rohani. Mereka yang lebih sering menjalin hubungan dengan orang lain secara online cenderung memiliki kesulitan untuk berinteraksi sosial secara fisik.

Kenyataannya, manusia tidak hanya membutuhkan interaksi melalui pesan dan jejaring online semata, melainkan juga secara langsung dan emosional. Kontak fisik terbukti sangat penting karena bisa menjaga kesehatan mental dan emosional. Pelukan merupakan salah satu bentuk interaksi fisik yang menyimpan potensi luar biasa untuk menyeimbangkan kehidupan manusia jaman sekarang yang sudah sedemikian terkooptasi oleh komunikasi dan interaksi maya. Melalui pelukan, manusia disadarkan kembali akan hakikatnya sebagai mahluk sosial yang tak bisa lepas dari hubungan interpersonal yang nyata.

Pelukan hangat yang sincere sangat diperlukan bagi setiap insan. Bayi yang menangis akan menghentikan tangisnya mana kala sang ibu memeluknya dengan segenap hati sebagai pertanda cinta. Anak yang ketakutan akan merasa tentram ketika ia merima pelukan dari orang tuanya. Remaja yang mengkhawatirkan masa depannya akan mendapatkan dukungan nyata mana kala ada orang dewasa yang memberikan pelukan hangat. Seorang dewasa yang kalut karena beban hidup yang berat akan merasa diringankan ketika mendapatkan pelukan sahabat. Pendek kata, memberikan pelukan kepada mereka yang membutuhkan dapat mengurangi beban psikis seseorang. Pelukan adalah kebutuhan primer yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Tayangan Teletubbies telah memberikan kita pelajaran bagaimana keempat tokohnya selalu bahagia karena mereka senantiasa berpelukan. Pelukan saat berjumpa dan juga ketika berpisah menjadi pengikat batin dan emosi antarmanusia. Pelukan adalah naluri alamiah yang tak dapat disepelekan. Ia seharusnya dibudayakan dalam kehidupan manusia yang semakin maya dan penuh tekanan karena ia membuat yang berat menjadi ringan, yang kabur menjadi terang, yang kalut menjadi tentram, dan yang sakit menjadi sembuh.

Daftar Semua Tulisan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...