Rabu, 27 Maret 2013

Pendidikan Karakter


Pendidikan menjadi simpul dari perubahan habitus. Dengan mengatakan demikian, kita telah menempatkan pendidikan pada posisi yang sangat mulia bagi pembentukan dan perkembangan kepribadian. Ini menjadi tujuan umum dari apa pun bentuk pendidikan yang diselenggarakan. Pertanyaan muncul: bagaimana kita bisa mendesain pendidikan kita sehingga yang namanya mutu pendidikan dan perkembangan serta pertumbuhan kepribadian itu sungguh bisa dicapai?

Jumat, 22 Maret 2013

Kuburan itu Bernama Jalan Raya


Miris rasanya membaca arsip berita yang dimuat di Kompas Selasa, 24 Juli 2012 tentang korban kecelakaan lalu lintas di Jakarta. Dalam kurun waktu seminggu dilancarkannya Operasi Patuh Jaya, Kepolisian Metro Jakarta mencatat 21 nyawa melayang sia-sia di jalanan, 45 mengalami luka berat, dan 71 luka ringan. Secara rerata, setiap harinya ada 3 orang meninggal di jalanan ibu kota dengan sebagian besar korbannya adalah para pengendara sepeda motor. Ini belum menghitung korban yang luka-luka. Statistik korban kecelakaan lalu lintas ini tentu membuat keprihatinan yang mendalam. Sebegitu ugal-ugalan dan cerobohkah para pengguna jalan sehingga menjadikan jalan raya sebagai kuburan bagi pengguna jalan lainnya?

Selasa, 19 Maret 2013

Non scholae sed vitae discimus


Ungkapan yang dijadikan judul di atas berasal dari pepatah kuno Latin yang dapat diterjemahkan secara harafiah demikian: Kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup. Pepatah ini memiliki makna yang sangat dalam dan menyiratkan bahwa tujuan belajar yang sejati adalah demi kehidupan yang lebih baik dan bukan semata-mata untuk sekolah (belajar itu sendiri). Mencermati fenomena belajar jaman sekarang, pepatah ini nampaknya relevan dengan apa yang terjadi dalam dunia persekolahan negara kita. Secara kasat mata, kita melihat para pelajar dan mahasiswa yang belajar hanya demi nilai (grade) atau demi ijazah, sertifikat, dan gelar. Tanpa disadari, mereka mengesampingkan makna belajar yang sesungguhnya: berlatih dan menempa diri demi kualitas hidup yang lebih baik di masa kini dan mendatang.

Rabu, 13 Maret 2013

Bupati

Ada hal yang menarik ketika seorang teman menjelaskan arti kata "bupati" beberapa waktu lalu. Berlagak bak seorang kampiun bahasa, dia menjelaskannya begini. Kata "bupati" berasal dari gabungan dua kata berbahasa Jawa, yaitu "bu" (ibu) dan "pati" (mati). Lantas, teman yang memang sempat kuliah beberapa semester di jurusan bahasa ini mengulas lebih lanjut makna di balik kata "bupati."

Senin, 11 Maret 2013

Orang-Orang Kaya Sejagad



Senin malam (4 Maret 2013) Majalah Forbes memublikasikan hasil investigasi mereka terhadap orang-orang kaya sejagad dengan kekayaan bersih di atas satu miliar dolar AS. Menurut daftar yang mereka rilis, ada 1.426 manusia yang tinggal dan menghirup udara yang sama di bumi ini yang di kategorikan sebagai miliarder. Dengan kurs yang berlaku saat ini, itu berarti orang dengan urutan ke-1.426 memiliki uang sebesar 9,7 triliun rupiah, sebuah nilai yang sama untuk membangun Provinsi Sumatra Utara yang tahun ini APBDnya diusulkan sebesar Rp 10 triliun.

Minggu, 03 Maret 2013

Jazz yang Menyatukan Manusia


Perhelatan Java Jazz yang berlangsung 1-3 Maret 2013 memanjakan para pecinta jazz tanah air. Lebih dari seribu musisi jazz baik dari dalam maupun luar negeri berpartisipasi memeriahkan festival tahunan yang telah diselenggarakan untuk kali ke sembilan ini. Mereka datang dari berbagai bangsa dengan latar budaya, agama, warna kulit, dan ideologi yang berbeda namun dipersatukan oleh bahasa jazz yang sama. Melalui festival yang menghipnotis ratusan ribu pengunjung selama tiga hari, beragam warna jazz disajikan apik. Standard, funk, soul, swing, Latin, blues, fushion, rock, bahkan reggae sebagaimna diusung Jimmy Cliff dan teman-temannya dari Jamaika di hari pertama memberi pilihan bagi para pengunjung. Jazz memang menawarkan kebebasan kepada penikmatnya untuk memilih. Jazz is in the air dan membuai penikmatnya.

Yang Kaya, Yang Memberi



Setiap orang ingin menjadi kaya karena kekayaan identik dengan kesejahteraan. Semakin kaya seseorang, semakin sejahtera hidupnya. Meskipun kata “kaya” dimaknai berbeda antara seorang individu dengan yang lainnya, secara substansi orang sepakat bahwa yang digolongkan sebagai orang kaya adalah mereka yang mampu memenuhi semua kebutuhan hidup dan berkemampuan untuk memenuhi hampir semua keinginannya.

Jumat, 01 Maret 2013

Valentine dan Seks Bebas

Perayaan Valentine (14 Februari) sudah berlalu. Apa yang diperoleh dari peringatan yang identik dengan kasih sayang ini? Dari berbagai situs berita online, Valentine justru mendorong perilaku asusila masyarakat yang semakin permisif di semua lapisan dan tersebar merata dari Aceh, yang ketat menerapkan syariat Islam, hingga Papua. Polisi, jaksa, PNS, pelajar-mahasiswa, dosen-guru, sopir, tukang bangunan, hingga pengangguran terjaring razia susila di hari Valentine yang dilancarkan pihak berwenang dan beberapa organisasi kemasyarakatan. Mereka tertangkap basah merayakan Valentine dengan bermesum ria atau berselingkuh di hotel, apartemen, penginapan, dan bahkan di kendaraan. Benarkah Valentine mencerminkan meningkatnya perilaku asusila masyarakat?

Daftar Semua Tulisan: