Selasa, 30 April 2013

Jendral Buron

Barangkali peristiwa ini hanya terjadi di Indonesia. Seorang jendral yang telah diputus bersalah oleh mahkamah tinggi menjadi buron aparat hukum karena menolak untuk dijebloskan ke dalam penjara. Alih-alih sang jendral bersikap ksatria dengan menghadapi vonis yang diterimanya, ia malah muncul jumawa di Youtube dari tempat persembunyiannya. Melalui tayangan video yang dapat disaksikan sejagad, ia berdalih bahwa ketidakpatuhannya terhadap putusan tersebut adalah demi penegakan hukum. Sebelumnya, ia malah mengerahkan hampir 30 orang pengawal dengan ancaman siap menembak para eksekutor yang hendak membawanya ke hotel prodeo.

Selasa, 23 April 2013

UN dan Tikus Busuk di Sekolah Kami


Sepekan menjelang ujian nasional, selama tiga hari pintu kantor tata usaha di sekolah kami dibuka lebar-lebar. Sebabnya sederhana: agar bau busuk tikus yang mati bisa keluar, teterpa angin. Sebenarnya, beberapa karyawan telah berusaha mencari sang tikus sebagai sumber bau. Bahkan, mereka sampai membongkar dan naik ke langit-langit, tetapi tak juga ketemu sumbernya. Hingga hari pelaksanaan UN, bau busuk itu tak juga hilang. UN pun akhirnya jalan melenggang.

Kamis, 18 April 2013

Investasi: Antara Kesejahteraan dan Keserakahan


Di jaman serba instan ini, orang semakin tergesa. Kesabaran menjadi barang langka. Semua bergerak, berserabutan, sibuk, dan saling menyalip. Tak terkecuali juga dalam hal keinginan untuk menjadi kaya. Banyak orang bermanuver melalui berbagai upaya untuk menggelembungkan asset dan menumpuk kekayaannya. Salah satu cara yang dianggap jitu untuk menjadi kaya adalah dengan berinvestasi.

Kamis, 11 April 2013

Tragic Heroine dalam Hedda Gabler karya Hendrik Ibsen


Tipikal dan membosankan! Begitulah kesan yang biasa pembaca peroleh setelah selesai menamatkan sebuah karya sastra dengan tokoh jagoan (protagonis) memperoleh kesuksesan atau kemenangan di penghujung cerita. Terdapat kecenderungan bahwa sejak kecil pikiran para penikmat sastra telah dicemari oleh ide klasik bahwa “kemenangan merupakan hak sang protagonis”.  Bila sang protagonis mendapatkan kemalangan, pembaca ikut merasakan kesedihan. Dengan kemenangan atau kebahagian, pembaca mendapatkan kepuasan dan pemenuhan yang sesuai karena simpati yang mereka berikan kepada sang tokoh.

Daftar Semua Tulisan: