Rabu, 19 Juni 2013

Teen Prostitution

Shocking. This is probably what most Indonesians feel when hearing the arrest of a fifteen year old girl by the police in Surabaya for being a “mommy” (a term for a pimp in prostitution business). How can such a young girl become a pimp and run a prostitution business by providing escorts to adult men? This junior high school student was arrested after a month investigation by the police. She allegedly ran a prostitution ring consisting of her friends. She offered her services using phones and text messages. She organized a group of teenagers who are still students to offer escorts for men. She prices her friends at between Rp. 750,000 (US$5) to Rp. 1 million for short-time liaisons with adult men. For each transaction, she received a fee of Rp. 250,000.

Kamis, 13 Juni 2013

Generasi Smartphone

Setiap generasi memiliki ciri-ciri unik yang membedakannya dengan generasi lainnya. Generasi 60-an tentu berbeda dengan generasi 80-an. Begitu juga generasi 90-an tidak identik dengan generasi 2010-an. Ciri pembeda ini ditandai oleh berbagai hal, misalnya mode pakaian, jenis dan warna musik, gaya hidup, tehnologi, ideologi politik, dan lain-lain. Di Amerika Utara, misalnya, generasi 70-an diasosiasikan dengan rock and roll dan kaum hippies. Di Indonesia, generasi masa itu disebut sebagai generasi celana cut bray, celana dengan ujung melebar bak penyapu jalan. Lalu apa yang membedakan atau menjadi ciri generasi sekarang? Telepon pintar atau smartphones!

Senin, 10 Juni 2013

Kemunafikan Politik

Dalam suatu kesempatan Pramudya Ananta Toer pernah berkomentar, “Masyarakat Indonesia itu hipokrit.” Tentu ini adalah sebuah komentar yang amat pedas dan sepertinya menggeneralisir bahwa kemunafikan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia. Namun, bila ditelaah dan direnungkan secara lebih mendalam, apa yang disampaikan sastrawan kebanggaan nasional ini sulit untuk diingkari kebenarannya. Beragam bentuk kemunafikan dapat dengan cukup mudah kita jumpai di semua kalangan, terutama di kalangan elit politik.

Senin, 03 Juni 2013

BBM

Benar-benar membingungkan. Inilah barangkali suasana yang secara umum dirasakan masyarakat Indonesia saat ini bila mereka ditanya tentang tarik-ulur kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Begitu banyak wacana dan diskusi telah berlangsung di berbagai media dengan para pakar dari berbagai bidang, namun kepastian apakah harga BBM bersubsidi (premium dan solar) akan dinaikkan atau disesuaikan semakin menunjukkan ketidakjelasan. Sebelumnya, pemerintah mewacanakan kenaikan BBM bersubsidi pada 1 April 2013 yang kemudian dikoreksi. Kalangan industri dan bisnis juga telah lama mendesak agar harga BBM segera dinaikkan. Beberapa waktu lalu, menteri ESDM Jero Wacik telah mengisyaratkan bahwa kenaikan harga BBM tak dapat ditunda lebih lama lagi. Tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah adalah 1 Juni 2013. Lagi-lagi tenggat waktu ini terlampaui dan harga BBM bersubsidi tetap saja Rp. 4.500.

Daftar Semua Tulisan: