Jumat, 27 September 2013

Rendra: Bulan Kota Jakarta

Sebagai penyair, Rendra dikenal memiliki naluri yang amat tajam ketika memotret kondisi sosial masyarakat yang ia refleksikan lewat sajak-sajaknya. Protesnya keras, jujur, dan apa adanya sehingga sering mengagetkan para pembaca. Kesan seperti ini tertangkap secara kuat melalui   pilihan kata yang bersifat konotatif dan kaya akan metafora yang memang dimaksudkan untuk menyindir. Namun, membaca salah satu sajaknya yang berjudul “Bulan Kota Jakarta” yang diambil dari Rendra Empat Kumpulan Sajak (1961), protes dan kegarangan Rendra tidak terasa. Sebaliknya, justru suasana sentimentil lah yang tercipta.

Jumat, 20 September 2013

Premanisme



“Apakah Indonesia merupakan negara preman sebagaimana digambarkan dalam film ini? Bagi saya, masih terlalu jauh menyimpulkan begitu, tetapi gejala-gejalanya cukup memprihatinkan.”

Penggalan di atas saya kutip dari tulisan R William Liddle, Profesor Emeritus Ilmu Politik, Ohio State University, AS yang dimuat di Kompas online, 17 September 2013 lalu. Profesor yang tersohor dan sering disebut sebagai Indonesianis handal ini menyinggung peran preman yang sering diabaikan oleh para sejarawan lain saat terjadi upaya pergantian (baca: penggulingan) kekuasaan yang dituduhkan kepada PKI pada 1965 dari tangan presiden Soekarno. Penggalan tersebut adalah bagian akhir dari tulisan beliau yang berjudul “Tantangan Negara Preman” untuk mengritisi film The Act of Killing yang saat ini sedang diputar di seantero AS.

Rabu, 18 September 2013

Petualang: Pencarian Jati Diri Seorang Pecundang

Trisnoyuwono memang tidak setenar novelis lain yang seangkatan dengannya seperti Pramudya Ananta Toer atau Mochtar Lubis. Namun, membaca salah satu novelnya yang berjudul Petualang (1981) yang diterbitkan Penerbit Sinar Harapan memberikan pelajaran berharga tentang arti kegagalan. Petualang mengisahkan pergulatan hidup seorang pemuda bernama Herman pada akhir pendudukan Jepang sampai awal kemerdekaan.  Meskipun berlatar zaman peperangan, konflik internal atau batin yang dialami Herman  menyerupai apa yang kaum muda umumnya rasakan, terutama dalam upaya mencari jati diri. Melalui gaya bahasa yang sederhana, Trisnoyuwono menghadirkan seorang pemuda yang gagal meraih keinginan dan impian.

Jumat, 13 September 2013

Membenarkan yang Biasa: Refleksi dari Kecelakaan Jagorawi

Kecelakaan yang merenggut enam nyawa di jalan tol Jagorawi akibat kecerobohan yang dilakukan oleh anak seorang musisi terkenal Indonesia menjadi buah bibir di kalangangan masyarakat dalam pekan ini. Peristiwa ini diangkat sebagai topik perbincangan yang hangat di hampir semua media, baik cetak maupun elektronik, dan terutama di televisi swasta. Beberapa pertanyaan senada sering terdengar di dalam diskusi tersebut: mengapa seorang bocah yang masih berusia 13 tahun dibiarkan menyetir mobil? Pantaskah anak sebelia itu bepergian tengah malam tanpa didampingi orang tuanya? Siapakah yang seharusnya paling bertanggung jawab atas musibah ini? 

Jumat, 06 September 2013

Miss World 2013

Untuk kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah kontes ratu dunia Miss World. Kontes yang telah diselenggarakan untuk kali ke-63 ini diikuti oleh kaum hawa dari berbagai belahan bumi yang mewakili 131 negara. Sejak 3 September yang lalu, para perempuan yang dinilai memiliki kecantikan fisik jauh di atas rata-rata kaumnya ini telah menginjakkan kaki di Pulau Dewata untuk karantina selama kurang lebih dua pekan dan mengikuti berbagai kegiatan sebelum beradu kebolehan dalam tiga kategori utama: brain, behavior, dan beauty atau yang lebih populer disingkat 3B. Puncak acara akan diselenggarakan di Sentul Convention Centre pada 28 September nanti saat Miss World 2012 Yu Wenxia asal Republik Rakyat Cina memahkotai pemenang kontes tahun ini.

Senin, 02 September 2013

Paus dan Perdamaian di Suriah



Mencermati semakin runyamnya perang saudara yang terjadi di Suriah, Paus Fransiskus menyerukan umat manusia di seluruh dunia untuk berdoa dan berpuasa selama sehari demi terciptanya perdamaian di Suriah. Sejak perang saudara ini meletus, ribuan nyawa warga sipil yang tak berdosa menjadi korban dan puluhan ribu lainnya mengalami luka dan trauma. Dalam situasi perang, perempuan dan anak selalu berada dalam posisi yang sangat rentan untuk menjadi korban kebiadaban perang. Puncak dari kebiadaban ini berlangsung minggu lalu ketika ratusan orang tewas mengenaskan karena diindikasi menjadi korban senjata kimia yang dilancarkan oleh tentara pemerintah.

Daftar Semua Tulisan: