Senin, 13 Oktober 2014

Analisis Puisi Secara Struktural (3)



Analisis struktur puisi selanjutnya menyangkut struktur batin. Yang dimaksud dengan struktur batin puisi adalah unsur pembangun puisi yang tidak tampak secara langsung dalam penulisan. Struktur batin puisi dapat dianalisis dalam empat kategori: tema, perasaan, nada, dan amanat.

Yang dimaksud dengan tema puisi adalah pokok persoalan yang diungkap penyair dalam puisinya. Persoalan ini bisa menyangkut berbagai hal, misalnya ketuhanan, percintaan, kegelisahan hidup, religiositas, kemunafikan, dan lain-lain. Tema puisi biasanya berkaitan erat dengan makna yang terkandung dalam kata-kata yang dipilih penyair. Karena itu, puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan agar tema yang hendak disampaikan menjadi jelas.

Unsur batin kedua dari puisi adalah perasaan. Perasaan menyangkut sikap penyair terhadap pokok persoalan yang ia angkat dalam puisinya. Perasaan ini bisa berupa rasa rindu (bila menyangkut tema percintaan), rasa kesal, gelisah, atau kagum, dan lain-lain. Pengungkapan perasaan ini erat kaitannya dengan tema dan dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu masalah tidak bergantung pada kemampuan penyair memilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.

Ketiga, nada atau tone dalam puisi terkait dengan sikap penyair terhadap pembacanya. Nada juga berhubungan dengan tema dan perasaan. Penyair dapat menyampaikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan masalah begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap bodoh atau rendah pembaca, dan lain-lain.

Terakhir adalah amanat (intention) puisi, yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca. Apa tujuan dan motivasi yang mendorong penyair menciptakan puisi? Tujuan ini bisa bervariasi, misalnya untuk menyadarkan pembaca tentang adanya persoalan atau masalah dalam masyarakat, atau untuk mempengaruhi pembaca agar berpihak pada keyakinan yang disuarakan penyair dalam puisinya.

Sebagai ilustrasi, analisis struktur batin puisi Tobat karya WS Rendra berikut dapat dipakai sebagai referensi sederhana.

TOBAT (WS Rendra)

Aku tobat, ya Tuhanku
Tobat atas segala dosaku
Kacang-kacang berkembang
Daun kobis segar di ladang

Jantungku adalah biji kentang
Digigit oleh tanah
Subur dan menderita
Digigit oleh tanah

Aku tobat, ya Tuhanku
Tobat atas segala dosaku
Burung-burung kecil di belukar
Batang pimping menggeliat

Mulutmu daisi di hutan
Sederhana dan naif sekali
Mulutmu daisi di hutan
Diinjak kaki petani
Aku tobat, ya Tuhanku
Telah kuinjak mulutmu
Dan juga jantungku

Pokok persoalan yang dikemukakan WS Rendra dalam puisi Tobat berkaitan dengan pertobatan kepada Tuhan. Ini dibuktikan dari kata “tobat” dan “ya Tuhanku” yang diulang tiga kali di tiga bait yang berbeda. Tema pertobatan ini ditekankan sebagai wujud penyesalan penyair atas segala dosa yang telah ia perbuat karena tidak mengikuti ajaranNya dan melanggar perintahNya.

Perasaan yang terungkap dalam puisi ini menunjukkan penyesalan dan kesedihan yang mendalam atas dosa-dosa yang telah dilakukan penyair. Ia menulis “telah kuinjak mulutmu” sebagai bentuk pelanggaran karena tidak mengikuti sabda Tuhan. Ia sangat sedih atas pelanggaran ini sehingga ia merasa perlu bertobat.

Sikap penyair terhadap pembaca menunjukkan kelembutan dan permohonan agar tobat yang ia lakukan diterima oleh Tuhan. Kelembutan ini menciptakan suasana haru bagi pembaca. Secara tidak langsung, pembaca terbawa perasaan sedih, haru, dan bersama penyair turut merenungkan semua perbuatan yang telah ia lakukan.

Amanat yang hendak disampaikan penyair dalam Tobat adalah bahwa segala sesuatu yang kita lakukan, baik yang bermanfaat atau pun tidak, patut untuk dimintakan ampun kepada Tuhan. Sebagai manusia, kita pasti melakukan kesalahan (dosa) sehingga pertobatan menjadi pantas agar hidup kita kembali selaras dengan kehendak Tuhan.

Menganalisis struktur fisik dan struktur batin puisi sangat membantu dalam memahami puisi. Analisis struktural ini dapat menjadi acuan bagi penikmat puisi agar dapat seutuhnya memahami apa yang dipikirkan, dirasakan, diinginkan, dan disampaikan penyair. Melalui strukturnya, baik fisik maupun batin, puisi menjadi lebih mudah dimaknai dan dihayati.

Daftar Semua Tulisan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...